Resume Ilmu Komunikasi Islam | Buku Dr. Harjiani Hefni, Lc., M.A.
RESUME BUKU
Judul : KOMUNIKASI ISLAM
Pengarang : Dr. Harjani Hefni, Lc., M.A.
Penerbit : KENCANA
(Cetakan Pertama, September 2015)
BAB I
PENGERTIAN, RUANG LINGKUP, DAN MANFAAT MEMPELAJARI KOMUNIKASI ISLAM
DEFINISI KOMUNIKASI ISLAM
Definisi Komunikasi
Istilah komunikasi berasal dari bahasa Inggris communication. Di antara arti komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi di antara individu melalui sistem lambing-lambang, tanda-tanda, atau tingkah laku.
Dalam bahasa Arab, komununikasi sering menggunakan istilah tawashul dan ittishal. Kata ittishal di antaranya digunakan oleh Awadh ak-Qarni dalam bukunya Hatta la Takuna Kallan (Supaya Anda Tidak Menjadi Beban Orang Lain). Ketika sedang mendefinisikan tentang komunikasi, Awadh mengatakan bahwa komunikasi (ittishal) adalah melakukan cara yang terbaik dan menggunakan sarana terbaik untuk memindahkan informasi, makna, rasa, dan pendapat kepada pihak lain dan memengeruhi pendapat mereka serta meyakinkan mereka dengan apa yang kita inginkan apakah dengan bahasa atau dengan lainnya.
Kalau merujuk kepada kata dasar washala yang artinya sampai, tawashul artinya adalah proses yang dilakukan oleh dua pihak untuk saling bertukar informasi sehingga pesan yang disampaikan dipahami atau sampai kepada dua belah pihak yang berkomunikasi, jika komunikasi hanya terjadi dari satu arah tidak bisa dikatakan tawashul.
Definisi Islam
Islam menurut bahasa secara umum artinya adalah tunduk, menyerahkan diri kepada Allah, damai, serta selamat. Damai dan selamat adalah tujuan, sedangkan sarananya adalah tunduk dan menyerahkan diri dengan seluruh aturan Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan yang paling pokok di antaranya adalah rukun islam
Jalan yang mengantarkan kepada kedamaian dan keselamatan itu adalah ajaran islam yang tertuang dalam Al-Quran dan As-Sunnah Nabi Muhammad SAW. Islam dalam arti kedamaian dan keselamatan inilah yang mewarnai seluruh dimensi ajaran islam. Dengan semagangat dan roh ini slogan islam untuk menebar rahmat bagi seluruh alam bukan sekedar slogan, tapi roh yang melekat dengan nama islam itu sendiri.
Makna Komunikasi Islam
Berdasarkan informasi dari Al-Quran dan As-Sunnah ditemukan bahwa komunikasi islam adalah komunikasi yang berupaya untuk membangun hubungan dengan diri sendiri, dengan Sang Pencipta, serta dengan sesama untuk menghadirkan kedamaian, keramahan, dan keselamatan buat diri dan lingkungan dengan cara tunduk dengan perintah Allah dan Rasul-Nya.
Tindakan apa pun dalam komunikasi yang membuat hati seseorang menjadi rusak atau hati orang menjadi sakit atau luka bertentangan dengan roh komunikasi dalam islam.
RUANG LINGKUP KAJAIAN KOMUNIKASI ISLAM
Objek kajian ilmu komunikasi islam terdiri dari tiga paket kajian yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan lainnya. Tiga paket kajian itu adalah komunikasi manusia dengan Allah, komunikasi manusia dengan dirinya sendiri, dan komunikasi manusia dengan yang lainnya. Tiga bentuk komunikasi ini merupakan warisan dari ajaran agama secara universal.
MANFAAT MEMPELAJARI ILMO KOMUNIKASI ISLAM
Sebagai salah satu sisi dalam kehidupan manusia, aktivitas komunikasi itu dikatakan akademisi sebagai aktivitas vital dalam kehidupannya. Astrid Soesanto mensinyalirnya sebagai aktivitas yang dilakukan manusia sebanyak 90% dalam kehidupan sehari-hari. Cangara yang menyimpulkan penilaian dari banyak pakar mengatakan bahwa komunikasi adalah sebagai suatu kebutuhan yang sangat fundamental bagi seseorang dalam hidup bermasyarakat.
Karena pentingnya komunikasi tersebut, islam yang mengung prinsip kafah atau komprehensif dalam ajarannya tidak membiarkan umat yang menyakininya berkomunikasi tanpa panduan.
Kehadiran ilmu komunikasi bertujuan untuk membimbing kaum muslimin secara khusus dan manusia secara umum agar mampu membangun komunikasi kepada Pencipta mereka, dengan diri sendiri, serta dengan sesama berdasarkan prinsip-prinsip islam.
Komunikasi yang terjalin dengan prinsip komunikasi islam akan menghadirkan kedamaian dan keselamatan, baik untuk diri komunikan maupun untuk masyarakat secara umum. Jika umat islam melakukan komunikasi dengan niat ikhlas untuk menjalin silaturahmi dan meningkatkan kualitas hubungan positif dengan sesama manusia, maka mereka tidak hanya mendapatkan keuntungan dunia, tetapi juga akan mendapatkan pahala akhirat.
BAB II
Judul : KOMUNIKASI ISLAM
Pengarang : Dr. Harjani Hefni, Lc., M.A.
Penerbit : KENCANA
(Cetakan Pertama, September 2015)
BAB I
PENGERTIAN, RUANG LINGKUP, DAN MANFAAT MEMPELAJARI KOMUNIKASI ISLAM
DEFINISI KOMUNIKASI ISLAM
Definisi Komunikasi
Istilah komunikasi berasal dari bahasa Inggris communication. Di antara arti komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi di antara individu melalui sistem lambing-lambang, tanda-tanda, atau tingkah laku.
Dalam bahasa Arab, komununikasi sering menggunakan istilah tawashul dan ittishal. Kata ittishal di antaranya digunakan oleh Awadh ak-Qarni dalam bukunya Hatta la Takuna Kallan (Supaya Anda Tidak Menjadi Beban Orang Lain). Ketika sedang mendefinisikan tentang komunikasi, Awadh mengatakan bahwa komunikasi (ittishal) adalah melakukan cara yang terbaik dan menggunakan sarana terbaik untuk memindahkan informasi, makna, rasa, dan pendapat kepada pihak lain dan memengeruhi pendapat mereka serta meyakinkan mereka dengan apa yang kita inginkan apakah dengan bahasa atau dengan lainnya.
Kalau merujuk kepada kata dasar washala yang artinya sampai, tawashul artinya adalah proses yang dilakukan oleh dua pihak untuk saling bertukar informasi sehingga pesan yang disampaikan dipahami atau sampai kepada dua belah pihak yang berkomunikasi, jika komunikasi hanya terjadi dari satu arah tidak bisa dikatakan tawashul.
Definisi Islam
Islam menurut bahasa secara umum artinya adalah tunduk, menyerahkan diri kepada Allah, damai, serta selamat. Damai dan selamat adalah tujuan, sedangkan sarananya adalah tunduk dan menyerahkan diri dengan seluruh aturan Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan yang paling pokok di antaranya adalah rukun islam
Jalan yang mengantarkan kepada kedamaian dan keselamatan itu adalah ajaran islam yang tertuang dalam Al-Quran dan As-Sunnah Nabi Muhammad SAW. Islam dalam arti kedamaian dan keselamatan inilah yang mewarnai seluruh dimensi ajaran islam. Dengan semagangat dan roh ini slogan islam untuk menebar rahmat bagi seluruh alam bukan sekedar slogan, tapi roh yang melekat dengan nama islam itu sendiri.
Makna Komunikasi Islam
Berdasarkan informasi dari Al-Quran dan As-Sunnah ditemukan bahwa komunikasi islam adalah komunikasi yang berupaya untuk membangun hubungan dengan diri sendiri, dengan Sang Pencipta, serta dengan sesama untuk menghadirkan kedamaian, keramahan, dan keselamatan buat diri dan lingkungan dengan cara tunduk dengan perintah Allah dan Rasul-Nya.
Tindakan apa pun dalam komunikasi yang membuat hati seseorang menjadi rusak atau hati orang menjadi sakit atau luka bertentangan dengan roh komunikasi dalam islam.
RUANG LINGKUP KAJAIAN KOMUNIKASI ISLAM
Objek kajian ilmu komunikasi islam terdiri dari tiga paket kajian yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan lainnya. Tiga paket kajian itu adalah komunikasi manusia dengan Allah, komunikasi manusia dengan dirinya sendiri, dan komunikasi manusia dengan yang lainnya. Tiga bentuk komunikasi ini merupakan warisan dari ajaran agama secara universal.
MANFAAT MEMPELAJARI ILMO KOMUNIKASI ISLAM
Sebagai salah satu sisi dalam kehidupan manusia, aktivitas komunikasi itu dikatakan akademisi sebagai aktivitas vital dalam kehidupannya. Astrid Soesanto mensinyalirnya sebagai aktivitas yang dilakukan manusia sebanyak 90% dalam kehidupan sehari-hari. Cangara yang menyimpulkan penilaian dari banyak pakar mengatakan bahwa komunikasi adalah sebagai suatu kebutuhan yang sangat fundamental bagi seseorang dalam hidup bermasyarakat.
Karena pentingnya komunikasi tersebut, islam yang mengung prinsip kafah atau komprehensif dalam ajarannya tidak membiarkan umat yang menyakininya berkomunikasi tanpa panduan.
Kehadiran ilmu komunikasi bertujuan untuk membimbing kaum muslimin secara khusus dan manusia secara umum agar mampu membangun komunikasi kepada Pencipta mereka, dengan diri sendiri, serta dengan sesama berdasarkan prinsip-prinsip islam.
Komunikasi yang terjalin dengan prinsip komunikasi islam akan menghadirkan kedamaian dan keselamatan, baik untuk diri komunikan maupun untuk masyarakat secara umum. Jika umat islam melakukan komunikasi dengan niat ikhlas untuk menjalin silaturahmi dan meningkatkan kualitas hubungan positif dengan sesama manusia, maka mereka tidak hanya mendapatkan keuntungan dunia, tetapi juga akan mendapatkan pahala akhirat.
BAB II
Sumber-Sumber Komunikasi Islam
1. Al-Qur’an
Definisi Alquran ditinjau dari segi etimologis adalah bentuk mashdar dari kata qara’a – yaqra’u – qira’atan – wa qura’anan. Kata qara’a berarti menghimpun dan menyatukan. Jadi menurut bahasa, Al-Qur’an adalah himpunan huruf-huruf dan kata-kata yang menjadikan satu ayat, himpunan ayat-ayat menjadi surat, himpunan surat menjadi mushaf Al-Qur’an.
Funsi Al-Qur’an
1. Al-Qur’an sebagai Huda (petunjuk). (QS. Al-Israa’ :9)
2. Al-Qur’an sebagai Furqan.
Al-Qur’an sebagai al-furqan menunjukkan kepada manusia mana yang baik dan mana yang tidak baik, mana yang halal dan mana yang haram. (QS.al-Baqarah : 185).
Sifat Al-Qur’an sebagai furqan menegaskan bahwa ada hal yang menjadi ciri khas kaum Muslimin yang membedakannya dengan selain mereka. Kekhasan Islam secara umum tersebut juga termanifestasikan dalam ajaran-ajaran yang bersifat khusus seperti ilmu komunikasi. Di antara kekhasan Islam dalam ilmu komunikasi Islam adalah: meyakini bahwa komunikasi adalah bagian dari ibadah kepada Allah, bukan sekedar untuk kepuasan diri dan menyenang kan orang lain.
3. Al-Qur’an sebagai Syifa’(obat). (QS. Yunus: 57)
4. Al-Qur’an sebagai rahmat
2. As-Sunnah
Definisi As-Sunnah:
1. Al-Sirah au al-Thariqah, Hasanah am Sayyiah. Sirah dan thariqah berarti jalan kehidupan atau metode, yang baik ataupun yang buruk.
2. Al-thariqah al-mahmudah al-mustaqimah, yaitu jalan kehidupan atau metode yang lurus dan terpuji.
Dalam terminologi Muhadditsin, As-sunnah didefinisikan,” Sesuatu yang didapat dari Nabi SAW baik berupa perkataan, perbuatan, persetujuan, dan sifat jasmani atau prilaku, serta sirah beliau sebelum atau sesudah diutus.
Fungsi Sunnah
Fungsi As-Sunnah
Fungsi Sunnah adalah sebagai tafsir bagi Al-Qur’an, mengungkap rahasia yang dikandungnya, dan menjelaskan kehendak Allah SWT dalam perintah-perintah-Nya atau larangan-larangan-Nya. Al-Qur’an sangat membutuhkan As-Sunnah, karena tanpa As-Sunnah banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang sulit untuk dipahami, dan tidak bisa dimengerti maksudnya. Tetapi tidak sebaliknya karena walaupun tanpa Al-Qur’an, As-Sunnah sudah bisa dipahami dengan sendirinya.
3. Kitab-kitab Para Ulama
1. Kitab Ihya ‘Ulumuddin karya Imam Abu Hamid Al-Ghazali
2. Minhaj al-Qashidin Karya al-Maqdisi
3. Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi
4. Ilmu Komunikasi
Ilmu komunikasi pada dasarnya mempunyai ciri yang sama dengan pengertian ilmu secara umum. Yang membedakannya adalah objek kajiannya, di mana perhatian dan telaah difokuskan pada peristiwa-peristiwa komunikasi antar manusia. Mengenai hal itu Berger & Chafee (1987) menyatakan bahwa Ilmu komunikasi adalah suatu pengamatan terhadap produksi, proses dan pengaruh dari sistem-sistem tanda dan lambang melalui pengembangan teori-teori yang dapat diuji dan digeneralisasikan dengan tujuan menjelaskan fenomena yang berkaitan dengan produksi, proses, dan pengaruh dari sitem-sistem tanda dan lambang.
BAB III
Beberapa Konsep Dasar Komunikasi
1. Komunikasi ada sejak manusia ada
Allah menciptakan perangkat komunikasi yaitu pendengaran, penglihatan, dan fu’ad (hati). Sejarah komunikasi pertama adalah komunikasi adam dengan Allah SWT, lalu komunikasi Adam dengan Malaikat dan Jin, serta komunikasi Adam dengan Hawa. Hal ini terdapat dalam Al-Qur’an Surah Al- Baqarah ayat 31-33. Dalam sejarah komunikasi tersebut dapat diambil kesimpulan:
a. Komunikasi Adam dan Allah SWT melahirkan komunikasi dengan pencipta
b. Komunikasi Adam dan Hawa melahirkan komunikasi antar sesama manusia
c. Komunikasi Adam dengan Malaikat dan Jin melahirkan komunikasi dengan diri sendiri.
2. Komunikasi terkait dengan pandangan islam terhadap manusia
Manusia makhluk empat dimensi: sebagai makhluk Allah, sebagai diri sendiri, sebagai makhluk yang hidup dengan sesama dan sebagai makhluk yang hidup di alam semesta.
3. Komunikasi adalah kebutuhan dasar hidup manusia
Kebutuhan sandang, pangan, dan papan tidak mungkin terwujud tanpa komunikasi. Begitu juga dengan kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan akan penghargaan, dan kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri tidak mungkin diwujudkan tanpa komunikasi. Karena komunikasi adalah kebutuhan maka sikap yang harus kita ambil adalah mencari, mengejar dan belajar sebaik-baiknya tentang berkomunikasi.
4. Komunikasi adalah wujud dari kasih sayang Allah terhadap manusia
Kemampuan berkomunikasi adalah suatu rahmat yang diberikan Allah kepada kita. Maka seharusnya kita memanfaatkan nikmat yang disediakan oleh Allah ini untuk hal-hal yang diridhai-Nya bukan untuk membuat-Nya menjadi murka.
5. Komunikasi Bertujuan Untuk Saling Mengenal Antarmanusia Buat Mewujudkan Semangat Takwa
Keberagaman setiap manusia hendaknya disyukuri karena bertujuan untuk saling kenal mengenal. Keberagamaan itu sungguh indah dan harusnya saling menguatkan antara satu sama lain, ibaratkan bangunan rumah yang memadukan antara kayu dengan batu, meski keduanya berbeda namun bangunan rumah atau ruko menjadi kokoh. Begitu juga seharusnya keberagaman yang ada pada manusia.
6. Komunikasi Bertujuan Untuk Menebar Semangat Slim (Kedamaian dan Kenyamanan)
Dalam pandangan islam, akhir dari komunikasi adalah menghantarkan manusia untuk merasakan kehidupan yang nyaman dan damai. Diantara bukti menyatukan prinsip silm dalam komunikasi islam adalah celaan Allah terhadap setiap orang yang suka mengumpat, menghina baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan.
7. Komunikasi Adalah Paket
Dalam ajaran islam, pesan yang diucapkan oleh lisan atau yang digoreskan oleh pena atau yang diisyaratkan oleh anggota tubuh merupakan terjemahan dari keinginan hati. Hati yang berkeinginan diungkapkan oleh lisan dan diperagakan oleh anggota tubuh.
8. Komunikasi Memiliki Efek Dunia dan Akhirat
Komunikasi antaramanusia merupakan aktivitas menyampaikan dan menerima diri dan kepada orang lain. Saat berlangsung komunikasi, berkomunikasi juga bertujuan untuk saling mengenal, berhubungan, bermain, saling membantu, berbagi informasi, mengembangkan gagasan, memecahkan masalah, meningkatkan proktivitas, membangkitkan semangat kerja, menyakinkan, menghibur dan menciptakn rasa poersatuan.
BAB IV.
1. Pesan Verbal
a. Lafdz
Makna asal dari kata ‘lafdz’ dalam bahasa Arab adalah melempar. Disebut ‘lafdz’, karena bunyi yang
kita keluarkan dari mulut ibarat bunyi atau simbol yang kita lemparkan dari mulut kita.
b. Qaul
a. Lafdz
Makna asal dari kata ‘lafdz’ dalam bahasa Arab adalah melempar. Disebut ‘lafdz’, karena bunyi yang
kita keluarkan dari mulut ibarat bunyi atau simbol yang kita lemparkan dari mulut kita.
b. Qaul
Dalam bahasa Indonesia, ‘qaul’ diartikan kata. Kata “qaul” disebutkan 1.722 kali dalam Al-Qur’an; 529 kali dalam bentuk qala, 92 kali dalam bentuk yaqulun, 332 kali dalam bentuk “qul”, 13 kali dalam bentuk qulu, 49 kali dalam bentuk qila, 52 kali dalam bentuk al-qaul, 12 kali dalam bentuk ‘qauluhum’ dan bentuk-bentuk lainnya. Dalam Al-Qur’an ditemukan cukup banyak ayat yang menggunakan istilah qaul. Secara umum qaul yang terdapat dalam Al-Qur’an bermakna kalimat dan digandeng dengan sifat tertentu.Berikut ini beberapa qaul yang di sebut dalam Al-Qur’an:
a) Qaulan Ma’rufan
Ma’ruf artinya kebaikan dunia maupun akhirat. Ungkapan ini disebutkan empat kali dalam Al-Qur’an dengan menampilkan empat peristiwa yang berbeda-beda. Emapat ayat itu adalah surah al-Baqarah ayat 235, surah an-nisa’ ayat 5, surah an-Nisa’ ayat 8, dan surah al-Ahzab ayat 32.
b) Qaulan Kariman
Qaulan Kariman secara bahasa berarti perkataan yang mulia dan berharga. Ungkapan ini diabadikan oleh Al-Qur’an pada surah al-Isra’ ayat 23.
c) Qaulan Maysuran
Menurut bahasa qaulan maysuran artinya adalah perkataan yang mudah.maysuran adalah isim maf’ul dari yusr yang artinya mudah. Ungkapan ini terdapat dalam surah al-Isra’ ayat 28.
d) Qaulan Balighan
Ungkapan qaulan Balighan secara bahasa berarti perkataan yang sampai kepada maksud, berpengaruh dan berbekas pada jiwa. Ungkapan ini terdapat dalam Al-Qur’an surah an-Nisa’ ayat 63.
e) Qaulan Layyinan
Ungkapan Qaulan layyinan secara bahasa berarti ungkapan yang lemah lembut. Ungkapan ini terdapat dalam Al-Qur’an surahThaha ayat 44.
f) Qaulan Sadiddan
Ungkapan qaulan sadiddan menurut bahasa berarti perkataan yang benar. Ungkapan ini terdapat di dua tempat dalam Al-Qur’an, yaitu di surah an-Nisa’ ayat 9 dan di surah al-Ahzab ayat 70.
g) Qaulan Tsaqilan
Ungkapan qaulan tsaqilan secara bahasa berarti perkataan yang berat. Ungkapan ini disebutkan dalam Al-Qur’an surah al-Muzammzil ayat 5.
h) Qaulan ‘Adziman
Secara bahasa qaulan ‘adziman artinya perkataan yang besar. Ungkapan ini disebutkan oleh Allah SWT pada surah al-Isra’ ayat 40.
i) Ahsanu Qaulan
Ungkapan ahsanu qaulan secara bahasa berarti perkataan yang baik. Ungkapan ini terdapat dalam surah Fushsilat ayat 33.
c. Kalimat
Susunan lafadz yang mengandung makna yang sempurna.
Kalimat dalam Al-Qur’an
a. Kalimatullah
Kalimat Allah adalah agama Allah, hukum Allah, syariat Allah, dan segala hal yang bersumber dari Allah baik perintah maupun larangan.
b. Kalimat alladzina kafaru
Yaitu kalimat yang bertentangan dengan kalimatullah. Kalimat orang yang mengingkari kebenaran adalah rendah, tidak memiliki kualitas yang baik, mudah tercabut dan terpatahkan.
c. Kalimatun sawa
Yaitu kalimat yang sama. Kaliamtun sawa adalah upaya untuk mencari titik temu sebanyak-banyaknya, karena persamaan jauh lebih banyak dari perbedaan.
d. Kalimat al-Kufr
Kalimat yang mengandung makna pengingkaran terhadap kebenaran, atau mengandung unsur pelecehan terhadap nilai-nilai kebenaran dan orang-orang yang membawa nilai kebenaran. Kalimatun al-Kufr mungkin saja diucapkan oleh orang yang mengaku beriman, tetapi mereka mengucapkan kata-kata yang mengandung pengingkaran.
e. Kalimat al-Takwa
Yaitu kalimat yang berfungsi untuk melindungi orang yang mengucapkannya dari perbuatan syirik dan berfungsi untuk melindungi orang dari kehidupan hina di dunia dan azab di akhirat.
f. Kalimatal-Tayyibah
Yaitu kalimat yang memiliki pengaruh yang kuat serta menghujam ke dalam jiwadan juga enak didengar, tidak kotor,produktif dan menumbuhkan semangat orang yang mendengarnya untuk melakukan apa yang dia dengar atau baca.
g. Kalimat al-Khabitsah
Yaitu klimat yang buruk, jelek, kotor, hina, rusak, dan rendah.
B. Kekuatan Pesan
1. Naba’
a. Kata naba’ dalam Al-Qur’an
QS an-Naba’ :2, QS al-An’am : 34,67, QS al-Qasash :3, QS an-Naml : 22,
b. Naba’ dan Urgensi Pesan
Naba’ adalah jenis berita yang mempunyai pengaruh yang luas dan besar.
2. Khabar
Khabar adalah berita yang dipindahkan dari orang lain dan bisa juga bersumber dari diri sendiri dan mengandung dua kemungkinan, benar atau salah.
3. Hadis
Kabar dari Allah, berita dari rasul atau perkataan yang bersumber dari manusia biasa.
D. METODE MENYAMPAIKAN PESAN
1. Hiwar
Hiwar menurut bahasa artinya pembicaraan yang berlangsung di antara dua orang atau lebih. Hiwar juga berarti bertukar pikiran dan saling mengoreksi dalam pembicaraan. Adapun menurut istilah hiwar artinya pembicaraan yang berlangsung di antara dua orang atau lebih yang bertujuan untuk menyampaikan informasi atau meyakinkan orang lain dalam suasana tenang dan tidak panas.
2. Jidal
Jidal menurut bahasa berarti memintal benang. Kata ini memberikan inspirasi bahwa jidal adalah upaya untuk merajut pendapat-pendapat yang bersebrangan seperti merajut benang-benang yang kusut. Asalnya digunakan untuk orang yang bersebrangan dengan pendapat yang kita yakini agar kembali sesuai dengan yang sebenarnya. Dalam jidal masing-masing pihak berusaha untuk meyakinkan dan mengalahkan lawannya dengan kata-kata telak dan kadang-kadang bercampur dengan suasana panas. Dalam bahasa Indonesia, jidal lebih dekat diartikan dengan debat.
3. Bayan
Kata bayan dalam berbagai jenisnya disebutkan banyak sekali dalam al-qur'an. Secara bahasa bayan artinya adalah jelas atau terang. Adapun menurut istilah bayan berarti menjelaskan tujuan dengan pilihan kata yang paling tepat. Al-Jurjani mengatakan bahwa bayan artinya menjelaskan maksud kepada orang yang mendengar.
4. Tadzkir
Tadzkir berasal dari kata dzakara yang berarti mengingat. Ketika bangun katanya menjadi dzakkara-tadzkir artinya berubah menjadi mengingatkan atau memberikan peringatan.
5. Tabligh
Dasar kata tabligh adalah balagha. Kata ini secara umum berarti selesai, berakhir atau sampai, yang bisa digunakan untuk tempat, masa, atau sesuatu yang abstrak. Seperti sampai di Pontianak, sampai usia 40 tahun, telah sampai maksudku adalah beberapa contoh yang menunjukkan kata sampai atau “ballagha” bisa digunakan untuk tempat, masa, atau sesuatu yang abstrak.
6. Tabsyir
Di antara metode menyampaikan pesan adalah dengan tabsyir. Tebsyir berasal dari kata busyra dan bisyarah yang artinya adalah bahagia dan gembira. Adapun kata tabsyir artinya adalah menyampaikan kabar bahagia dan gembira. Adapun tabsyir artinya adalah menyampaikan kabar bahagia dan gembira.
7. Indzar
Indzar secara bahasa berarti menyampaikan pesan dengan cara mengingatkan yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa takut dan kehati-hatian, baik untuk diri komunikator maupun komunikan. Indzar selalu terkait dengan mengingatkan orang untuk tidak melakukan perbuatan yang merugikan mereka di masa depannya, baik di dunia maupn di akhirat.
8. Ta’aruf
Ta'aruf secara bahasa berasal dari kata 'arafa yang berarti tahu atau kena. Tahu atau kenal disini artinya mengetahui dan mengenal sesuatu dengan tanda-tanda yang membuatnya bisa membedakan antara satu dengan lainnya. Ketika bangun kata berubah menjadi ta'aruf, maka kata ini bermakna saling mengetahui atau saling mengenal tanda-tanda atau ciri-ciri orang, baik lewat nama, cara berbicara, watak dan karakter, dan berbagai aspek lainnya. Saling mengenal adalah salah satu tuntutan hidup manusia sebagai makhluk sosial.
9. Tawashi
Tawashi berasal dari kata wasiat yang secara bahasa artinya bersambung. Seseorang memberi wasiat artinya menyambungkan apa yang diinginkannya kepada orang lain. Orang yang sudah dekat dengan ajalnya biasanya menyampaikan atau memberikan wasiat kepada orang yang terdekat dengannya. Maksud mewasiatkan di sini adalah menyambungkan dirinya yang akan meninggal dengan orang yang masih hidup, baik dalam bentuk memberikan harta ataupun pesan-pesan yang berharga.
10. Nasihat
Nasihat menurut bahasa artinya murni, jernih, bersih, tanpa noda. Menurut ibnu al-Atsir, nasihat merupakan untaian kata yang diungkapkan buat orang yang diberi nasihat dengan harapan orang yang diberi nasihat bertambah baik.
11. Irsyad
Irsyad berasal dari rasyada, artinya mencari petunjuk ke jalan yang lurus lawan dari kata sesat. Irsyad artinya proses membantu seseorang dalam mengatasi permasalahan pribadinya dengan mengerahkan dirinya untuk mengatasi masalah dirinya sendiri.
12. Wa’dz atau mau’idzah
Al-Jurjani mendefinisikan wa’d sebagai al-tadzkir bi al-khair fima yariqqu lahu al-qalb (mengingatkan tentang kebaikan yang membuat hati menjadi lembut).
Wa’dz atau mau’idzah adalah jenis komunikasi yang bertujuan untuk melunakkan hati yang mendengarnya. Lunaknya hati refleksi pada linangan air mata, goncangan dada saat mendengarkan pesan, dan munculnya tekad untuk berubah.
13. Idkhal al-Surur
Di antara perintah Islam terhadap umatnya adalah perintah membahagiakan orang lain, baik dengan kata maupun perbuatan. Membahagiakan orang lain dalam istilah Rasulullah SAW disebut idkhal al-Surur.
Komentar
Posting Komentar